Beranda > artikel > INVESTASI TAEK

INVESTASI TAEK

Kemarin malam mendekati subuh, saya bersepeda dengan “lelaki itu” melewati Citraland Lakarsatri. Tiba-tiba “lelaki itu” berkomentar: “puih, lihat..orang Cina di Indonesia hidup serba bebas.”
Saya tahu maksud “lelaki itu”, memang benar tak jauh dari tempat kami ada sebuah perkampungan. Sungguh pemandangan yang benar-benar kontras. Di satu sisi orang hidup serba glamour, sedang lainnya hidup ala adanya. Ini tentu membuat pemikiran saya jadi carut marut. Apa yang ada di benak langsung keluar, tak sadar mengamini kata-kata “lelaki itu”.
“Teman saya sangat benar. Di sini orang Cina hidup serba enak, sedang pribumi sangat menderita. Lalu, kira-kira, apa yang membuat semua kehidupan di negeri ini sangat compang-camping?”
Saya kira ini adalah akibat dari kiblat kita yang tidak benar? Itu pikiran pertama yang keluar dari benak saya.
Kiblat yang mana? Ah, pasti teman-teman juga bertanya. Yang tak maksud kiblat adalah umaro, imam, dan pimpinan negeri ini. Yah, semua pemimpin negeri ini sudah termakan oleh janji-janji kapitalisme. Kalau sudah begini jangan salahkan rakyat dong. Apa-apa kalau menderita dan miskin, pasti rakyat yang dijadikan kambing hitamnya. Kata mereka rakyat Indonesia bodoh-bodoh. Lihatlah bangsa Cina, mereka memiliki sense unlimited.
Tapi buru-buru ini saya bantah. Saya bilang orang Indonesia tidak bodoh. Kalau orang Indonesia bodoh, negara ini tentu tidak akan merdeka seperti sekarang ini. Lihat saja sejarah, betapa hebatnya rakyat ini melalui fase-fase kritis, dari perjuangan, pergerakan, demokrasi, revolusi hingga reformasi, telah dilalui.
Pada saat perjuangan atau revolusi dulu, hayo kemana orang-orang Cina. Tidak ada kan. Siapa yang membantu perjuangan kita tempo dulu, tidak ada juga kan. Maka dari itu, sebenarnya rakyat ini termasuk dalam golongan orang-orang hebat. Bagaimana tidak hebat, lha wong mereka adalah keturunan Majapahit.
Makanya, ketika “lelaki itu” bilang orang Cina dan bangsa eropa hidup di negeri ini, mereka bagai raja-raja yang bisa cuma membuat derita bagi rakyat ini. Lagi-lagi siapa yang salah? Jelas saya menyalahkan pimpinan, sebab di tangan pimpinanlah negeri ini nantinya menjadi putih, hitam ataukah abu-abu. Yang jelas sampai detik ini negeri ini masih hitam. Itu semua karena kebijakan demi kebijakan yang diambil pemimpin ini serba salah. Alasan mereka ini adalah bentuk investasi jangka panjang, untuk pembangunan negeri, untuk kemajuan bangsa. Tapi menurut saya, itu adalah INVESTASI TAEK.

Dari “Pengejawantahan” joglo dekat Kampus UWK
Pukul 00.19, 17 nov 09.

Kategori:artikel Tag:, ,
  1. November 27, 2009 pukul 5:49 pm

    Siapa yg salah? Orang cina selalu berpesan kpd anak cucunya, ‘kamu harus jd orang sukses, harus kaya, jangan spt ortumu yg cuma bisa makan bubur putih 2x sehari…gak pernah cukup gizi’. Sedangkan orang pribumi berpesan, ‘nak…jangan pernah lupakan sejarah, dulu negeri kita ini paling jaya, paling kaya, paling terkenal dan disegani di seluruh penjuru dunia! Dulu…dulu…dulu’.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: