Beranda > religi > Kok Nyimut…

Kok Nyimut…

Kok nyimut…
Emang aku cowok apaan bisa disuap dengan uang?
Biar sejuta, semilyar, setrilyun….cuih…cuih..

.aku ga akan menerima
Enak benar bawa uang segebok trus matinya dibakar di neraka.

Kok nyimut…
Emang aku seperti orang yang gila jabatan
Apakah lantaran statusku yang jobless amatiran trus bisa disepelekan?
Gini-gini aku masih punya harga pada setiap pasukan yang menempel di tubuhku

Kok nyimut…
Ikut-ikutan orang memperebutkan sesuatu yg sebenarnya mereka sendiri belum paham.
Awalnya,
Saling berargumen
Saling memperolok
Mengejek
Lantas baku hantam
Endingnya, bunuh-bunuhan

Kok nyimut…
Menghabiskan tenaga membantu orang lain sedang kita sendiri masih butuh bantuan
Lalu kapan sebenarnya timing yang pas buat membantu orang?
Ya, sak wayah-wayah.
Kapan itu?
Setiap saat
Saat kapan?
Saat kita bersedia menyisihkan waktu susah kita, waktu senggang kita, waktu bahagia kita, waktu derita kita, waktu sedih kita, waktu senang kita, demi orang lain.

Kok nyimut…
Naik motor panas-panasan padahal mending enak naik mobil. Tapi naik mobil mewah tetap akan kalah dengan naik motor yang kepanasan tapi jika mereka bisa menikmatinya

Kok nyimut…
Menikah sekali padahal enak berkali-kali, lebih tidak enak jika tidak menikah
Menikah berkali-kali dengan istri pertama dan terakhir, yakni hatinya yang senantiasa menikah berkali-kali sehingga seperti menghasilkan malam pertama setiap saat.

Kok nyimut…
Berdiam diri padahal banyak yang bisa kita lakukan dengan otak kita yang kreatif ini. Apakah mencuri, njambret, merampok, ah, salah itu kreatif. Kreatif itu mengubah matahari dari terbit di timur menjadi terbit dari barat. Sama halnya merubah koruptor di negeri ini menyembah Tuhannya, secara lahir maupun batin. Bisakah kita? Mustahil kan. Sudah kutebak…

Kok nyimut…
Memilih neraka padahal sudah ada surga. Tapi kalau Tuhan yang bicara bahwa kita masuk neraka, apa mau ngomel. Golong wali saja ga pernah mempermasalahkan itu. He…he…he..
Rasakan tuh, Tuhan sedang murka
Emang adakah Tuhan punya nama murka
Asmaul husna tidak pernah menyebut itu
Tuhan ga murka my men!
Tuhan cuma mengujimu, menguji kita semua…

From Joglo di Ketintang
Pukul 15.07 Senin, 14 Sept 09

Kategori:religi Tag:, ,
  1. November 27, 2009 pukul 5:53 pm

    Eh…yg komen kok <a href="Nyemot?!?

  2. November 27, 2009 pukul 6:19 pm

    eh… kok postingnya nyimut

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: